Selama ini ada anggapan bahwa setiap orang cenderung lebih sering
menggunakan salah satu sisi otaknya dibandingkan yang lain. Hal ini
membuat mereka terbagi ke dalam dua kepribadian, yaitu kepribadian otak
kiri dan otak kanan.
Si pemilik otak kiri dikatakan lebih logis, analitis, serta
pemikir yang cenderung berorientasi pada detail. Sedangkan si pemilik
otak kanan dianggap lebih kreatif, bijak tapi sekaligus subyektif.
Tapi ternyata, sebuah studi baru mengatakan klaim ini hanyalah
mitos belaka. Dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI), tim
peneliti dari AS berupaya menyanggah klaim bahwa karakteristik setiap
orang cenderung bergantung pada salah satu sisi otak.