Tampilkan postingan dengan label otak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Desember 2013

5 Logical Reasons Why You should Become Blind and Deaf When You Fall in Love



Jatuh cinta terkadang membuat seseorang menjadi buta dan tuli. orang yang jatuh cinta terkadang tidak mau mendengarkan hal - hal yang buruk tentang orang yang mereka cintai, bahkan terkadang mereka menolak untuk mempercayai bahwa pasangan mereka bukanlah orang yang sempurna. 

Ternyata ini bukanlah perasaan semata. Perubahan kelakuan, gaya bicara, tanggapan, sikap serta pribadi didasari oleh alasan yang cukup logis.Bahkan terdapat penjelasan ilmiah mengenai hal-hal aneh yang dirasakan saat jatuh cinta.

1. Cinta membuat Anda lebih bodoh
Ini bukanlah pepatah yang sering terpampang di halaman yang memuat kutipan mengenai cinta. Studi telah menunjukkan bahwa orang yang sedang jatuh cinta mengalami kemunduran terhadap daya fokus serta pekerjaan yang membutuhkan perhatian dan ketelitian.

"Ketika baru saja terlibat dalam hubungan percintaan, Anda akan menemukan bahwa diri akan lebih sulit fokus terhadap berbagai hal, karena menghabiskan sebagian besar daya kognitif pemikiran untuk pasangan," jelas Dr. Henk van Steenbergen, asisten profesor di Leiden University, Belanda.

2. Cinta membuat Anda kebal terhadap rasa sakit
Terdapat bagian otak yang diaktifkan oleh perasaan cinta yang mendalam. "Beberapa daerah pada otak yang dipengaruhi oleh cinta merupakan daerah yang sama saat obat bekerja untuk menghilangkan rasa sakit," ungkap Dr. Arthur Aaron, profesor psikologi dari State University of New York. Bahkan berpegangan tangan dengan orang yang Anda cintai, dapat mengurangi rasa sakit yang Anda hadapi.

Minggu, 24 November 2013

10 Hal Unik Dialami Tubuh saat Mata Dipejamkan

 
Siapapun yang mendengar kata tidur akan terbayang nyamannya kasur, istirahat yang nyenyak hingga relaksasi yang diperoleh seusai tidur. Tapi yang tidak banyak diketahui adalah saat tidur tubuh juga mengalami hal-hal unik. Apa sajakah itu?

1. Suhu tubuh menurun
"Tepat sebelum anda tidur, suhu inti tubuh anda mulai menurun," kata seorang psikolog dan pakar tidur dari Scottsdale, AZ, dan penulis buku The Sleep Doctor’s Diet Plan: Lose Weight Through Better Sleep, Michael Breus, PhD, seperti dilansir laman Yahoo! Shine, Selasa (19/11).

Namun penurunan suhu ini merupakan sinyal pada otak untuk melepaskan melatonin, yang mempengaruhi ritme kirkadian (jam biologis) dan mengatakan kepada tubuh bahwa inilah saatnya tidur.

Kamis, 31 Oktober 2013

Membaca dan Menulis Membantu Melindungi Otak di Hari Tua

Semakin bertambahnya usia, kualitas dan kinerja otak terus menurun. Walaupun sulit dihindari, namun ada cara untuk mencegah hal tersebut.

Jika masih memiliki kesempatan di usia muda, ada berbagai cara dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencengah penurunan kualitas otak di hari tua.

Penyakit lupa seperti dementia dan alzheimer dapat dicegah melalui perubahan pola gaya hidup yang lebih sehat seperti diet yang seimbang dan olahraga.

Tak hanya itu, kegiatan seperti membaca dan menulis ternyata sangat mempengaruhi kualitas otak di hari tua.

Studi yang dipublikasikan di Neurology menunjukkan bahwa orang yang tetap membiarkan otak sibuk dan bekerja melalui usaha membaca dan menulis, memiliki resiko terkena gangguan daya ingat 15% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang melakukannya.

Minggu, 13 Oktober 2013

Kepribadian Otak Kanan dan Otak Kiri Hanya Mitos


Selama ini ada anggapan bahwa setiap orang cenderung lebih sering menggunakan salah satu sisi otaknya dibandingkan yang lain. Hal ini membuat mereka terbagi ke dalam dua kepribadian, yaitu kepribadian otak kiri dan otak kanan.

Si pemilik otak kiri dikatakan lebih logis, analitis, serta pemikir yang cenderung berorientasi pada detail. Sedangkan si pemilik otak kanan dianggap lebih kreatif, bijak tapi sekaligus subyektif.

Tapi ternyata, sebuah studi baru mengatakan klaim ini hanyalah mitos belaka. Dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI), tim peneliti dari AS berupaya menyanggah klaim bahwa karakteristik setiap orang cenderung bergantung pada salah satu sisi otak.