Tampilkan postingan dengan label kanker payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker payudara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Oktober 2013

Pemerintah Targetkan 80 Persen Wanita Deteksi Dini Kanker

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan 80 persen wanita Indonesia melakukan deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks

"Pemerintah menargetkan minimal 80 persen perempuan usia 30-50 tahun melakukan deteksi dini setiap lima tahun," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, pada acara pembukaan training of trainers deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks di kantor Kemenkes, Kamis (3/10).

Nafsiah mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, jumlah perempuan Indonesia yang berusia 30-50 tahun ada sekitar 35 juta. Hingga tahun 2012, tutur Nafsiah, perempuan yang melakukan deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks sebanyak 550 ribu orang. "Cakupan deteksi dini masih perlu ditingkatkan."

Minggu, 29 September 2013

Alternatif Baru Penyembuh Kanker Otak dan Payudara Ciptaan Orang Indonesia

DR Warsito P. Taruno adalah peneliti asal Indonesia yang namanya terkenal setelah menciptakan alat pembasmi kanker payudara dan otak. Beliau adalah peneliti yang berkarir di Shizouka University Jepang. Kantornya bernama CTECH LABS (Center for Tomography Research Laboratory) Edward Technology yang bergerak di bidang teknologi penemuan di Tangerang. 

Awalnya, karir Dr Warsito P. Taruno sebagai peneliti dibangun di Jepang. Di Negeri Matahari Terbit itu, reputasinya sebagai peneliti cukup diperhitungkan. Dari tangan dinginnya, tercipta sebuah alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara.

Tak sedikit peneliti Indonesia yang lebih suka berkarir dan bekerja di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Sebab, di luar negeri lebih menjanjikan. Tapi, itu tak berlaku bagi Warsito P. Taruno.