Tampilkan postingan dengan label membaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membaca. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 November 2013

Orang Dewasa Menonton Film Kartun dan Membaca Komik, Pantaskah?


Ketika melihat komik atau kartun, maka yang pertama terlintas dalam pikiran adalah anak – anak. Namun, bagaimana jika yang membaca komik atau menonton kartun tersebut adalah orang dewasa? Banyak orang yang menganggap hal tersebut aneh atau tidak wajar. Kenapa? Karena sebagian besar orang dewasa menganggap bahwa kartun adalah hal yang terlalu khayal atau terlalu imajinatif yang tidak cocok dengan dunia orang dewasa yang realistis dan lebih menyukai fakta. 

Lalu, bagaimana dengan orang dewasa yang masih suka membaca komik dan menonton kartun? Apakah mereka merasakan masa kecil kurang bahagia sehingga masih menyukai hal – hal yang kekanak – kanakan seperti itu? Atau apakah mereka tidak mampu menghadapi realita dalam hidup yang berat ini? Jawabannya tentu saja adalah tidak.  

Manusia memerlukan hiburan untuk meredakan stres atau untuk bersenang – senang. Setiap orang mempunyai kesenangan dan selera yang berbeda. Ada yang melakukannya dengan menonton acara – acara lucu di TV, pergi bersama teman – teman, berbelanja, jalan – jalan, dan ada juga yang memilih untuk membaca komik. 

Kamis, 31 Oktober 2013

Membaca dan Menulis Membantu Melindungi Otak di Hari Tua

Semakin bertambahnya usia, kualitas dan kinerja otak terus menurun. Walaupun sulit dihindari, namun ada cara untuk mencegah hal tersebut.

Jika masih memiliki kesempatan di usia muda, ada berbagai cara dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencengah penurunan kualitas otak di hari tua.

Penyakit lupa seperti dementia dan alzheimer dapat dicegah melalui perubahan pola gaya hidup yang lebih sehat seperti diet yang seimbang dan olahraga.

Tak hanya itu, kegiatan seperti membaca dan menulis ternyata sangat mempengaruhi kualitas otak di hari tua.

Studi yang dipublikasikan di Neurology menunjukkan bahwa orang yang tetap membiarkan otak sibuk dan bekerja melalui usaha membaca dan menulis, memiliki resiko terkena gangguan daya ingat 15% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang melakukannya.