
Emansipasi wanita dalam bidang profesi mulai merambah di
dunia internet. Hal ini dibuktikan dengan banyak bermunculannya hacker women. Hacker
dalam bahasa Indonesia disebut juga peretas, yang didefinisikan sebagai orang
yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer
dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan.
Kata
"hacker" pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut
seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat
program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama. Namun,
dalam perkembangannya Hacker memiliki konotasi
negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker
dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang mengakibatkan
kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing),
menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal mereka adalah cracker.
Cracker-lah menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh
pembuat perangkat lunak (bug)
untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para peretas
dipahami dibagi menjadi dua golongan: White
Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang
sering disebut dengan istilah Black
Hat Hackers.