Tampilkan postingan dengan label pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pekerjaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Desember 2013

10 Cara Pintar Ambil Resiko Dalam Berbisnis


Oleh Martin Zwilling | Forbes

Kata “resiko” memang memiliki pengertian negatif bagi sebagian orang. Tetapi, berani mengambil risiko dalam bisnis tidaklah sama dengan menjadi orang yang sembrono. Justru pengusaha sejati akan memandang resiko sebagai sesuatu yang positif dan penuh tantangan. Mereka akan mengantisipasi hal-hal tak terduga demi mendapatkan untung besar.

Saya menemukan ringkasan hebat mengenai strategi kunci yang digunakan, lengkap dengan cerita kehidupannya, dalam buku yang berjudul “The Risk Takers”, karya Renee dan Don Martin. Berikut adalah daftar tersebut, disertai prioritas dan pendapat saya:

Cari tren terbaru dan kembangkan.
Sering kali, perubahan kultur atau tren ekonomi akan memberi peluang usaha baru. Tantangannya adalah menyadari perubahan tersebut lebih awal, lalu ambil tindakan, meski terdapat risiko. Inilah awal mula keuntungan para pelopor bisnis.

Rabu, 27 November 2013

Hal Negatif Multitasking, Hentikan Cara Kerja Seperti Ini

Bagi sebagian besar orang, multitasking merupakan kebiasaan sehari-hari yang sulit ditinggalkan karena sibuk dan terlalu sulit membagi waktu.

Contoh multitasking paling sederhana yang sering dilakukan seperti mengirim sms sambil berjalan, mengirim email sambil meeting, memasang make-up sambil menyetir, menelfon sambil memasak dan bentuk lainnya.

Mungkin Anda mengira multitasking dapat menyelesaikan beberapa hal dalam satu waktu secara lebih cepat, namun sebuah penelitian mengemukakan bahwa hal ini malah tidak efisien dan bahkan beresiko terhadap kesehatan dan daya ingat.

Berikut beberapa alasan yang dikemukakan oleh para ahli mengenai multitasking, 

1. Ternyata Anda bukan sedang multitasking
Seorang ahli, Guy Winch, PhD menyatakan bahwa yang menganggap dirinya multitasking sebenarnya sedang melakukan proses pertukaran pekerjaan.
"Ketika berbicara mengenai perhatian dan produktifitas, otak kita memiliki jumlah yang terbatas," jelasnya.
Jadi sebenarnya apa yang dilakukan sekedar bolak-balik dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya, bukan menyelesaikan dua pekerjaan sekaligus.

Jumat, 11 Oktober 2013

Stres Bekerja Bikin Seseorang Ingin Cepat Mati

Ada beberapa orang yang menghadapi harinya dengan rasa ketakutan saat berangkat ke kantor. Ternyata menurut sebuah penelitian, stres yang disebabkan oleh pekerjaan bisa menyebabkan perasaan seseorang merasa hidupnya berisiko. 

Jantung berdebar-debar dan telapak tangan berkeringat adalah reaksi fisik yang terjadi saat seseorang berada di jalan mendapati kemacetan dan harus sampai kantor sebelum bos datang.

Psikolog dan mahasiswa PhD Malene Friis Andersen dari Departemen Psikologi di Universitas Copenhagen menulis dalam bukunya mengatakan, "Jika Anda memiliki bos menyenangkan, perasaan takut dan cemas tidak akan membunuh Anda. Namun, beberapa pekerjaan menjadi persoalan hidup hingga orang nyaris ingin mati karena terjebak dalam stres."

Ternyata Lembur di Kantor Bikin Cepat Tua

Duduk sepanjang hari di depan komputer dan lembur kerja mungkin bisa menghasilkan uang yang banyak. Tapi ingat bahwa usia akan melaju sangat cepat dari yang Anda bayangkan.

Menurut Jill Zander, Pendiri Klinik Peremajaan Kulit, duduk dan bekerja akan membuat seseorang menjadi tua. Duduk dengan kepala sedikit condong ke depan dan menatap monitor komputer, laptop, atau iPad memungkinkan seseorang memperpendek otot leher dan meningkatkan tarikan gravitasi pada rahang yang menyebabkan pembentukan rahang yang tidak normal. Untuk menghindari hal ini, penting untuk menjaga posisi layar komputer.

Minggu, 06 Oktober 2013

10 Mitos Mengapa Melajang Sampai Usia 40

Cameron Diaz, 40 tahun dan belum pernah menikah
Ketika Anda sedang mencari pasangan, dan seorang teman ingin mengenalkan teman prianya yang masih "available". Namun setelah menelusuri dirinya, Anda baru tahu kalau ia ternyata telah berusia lebih dari 40 tahun, dan belum pernah menikah.

Hal ini tentu akan menimbulkan kecurigaan pada Anda. “Jangan-jangan dia...” begitu pikiran Anda berkecamuk. Berbagai mitos serta stereotip tentang pria lajang berusia 40-an lantas mulai mengganggu pikiran. Pasti ada yang salah dengan dirinya, sehingga ia belum menikah sampai usia 40 tahun.

Tetapi, setidaknya Anda mau mengenalnya lebih dulu, dan tidak sekadar memercayai mitos. Bisa jadi, kekhawatiran Anda berlebihan. Keraguan dan rasa khawatir yang muncul tersebut biasanya karena dipicu beberapa mitos berikut:


Mitos pria yang melajang sampai usia 40 tahun

1. “Dia bukan pria baik-baik.” Mitos ini bisa jadi benar, bisa juga tidak. Karena tidak ada yang bisa menjamin bahwa pria yang sudah menikah pasti pria baik-baik, bukan? Namun Anda bisa menelusuri lebih jauh melalui akun jejaring sosialnya, atau profilnya di situs perjodohan. Misalkan dia memasang fotonya bertelanjang dada lalu memakai nama PriaKayaTampan75, maka ada kemungkinan dia memang bukan pria baik-baik. Atau, dia memang tidak tahu bagaimana caranya membuat wanita terkesan.