Tampilkan postingan dengan label single. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label single. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2013

Wanita Lajang Beresiko Tinggi Kanker Payudara


Siklus pada organ reproduksi wanita ternyata berpengaruh pada tingkat risiko teridap kanker payudara. Wanita lajang dan melahirkan di atas usia 30 tahun termasuk orang yang memiliki risiko tinggi penyakit tersebut.

"Wanita yang tidak menikah ataupun tidak mempunyai anak itu memiliki 1,5 kali lipat lebih besar mengalami kanker payudara dibandingkan wanita yang sudah memiliki anak tiga," terang onkologist dari Divisi Hematologi & Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. Ronald A. Hukom, MHSc, SpPD-KHOM.

Spesifikasi golongan wanita dengan berisiko tinggi kanker payudara, disebut dr Ronald ada lima hal. Di antaranya, seseorang yang memiliki riwayat kanker, wanita yang melahirkan anak pada umur diatas 30 tahun, tak memberikan ASI kepada anaknya, terlalu muda untuk mengalami menstruasi serta tak memiliki anak.

Wanita yang memiliki riwayat keluarga mengidap kanker payudara dengan interval silsilah keturunan satu tingkatan juga rentan teridap. Misalnya, sang ibu mengalami kanker payudara secara otomatis anak wanitanya memiliki dua kali lipat risiko terkena kanker payudara dibanding orang yang tidak memilikinya.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Jangan Ucapkan Pertanyaan Ini Kepada si Jomblo

Menjadi seorang jomblo terkadang membuat seseorang stres ketika menanggapi berbagai macam pertanyaan orang lain seperti 'Kapan menikah? Sudah punya pacar belum?.

Banyak orang yang nyaman dengan menyandang status jomblo, namun selalu di posisi yang sulit, ketika banyak orang yang kerap melontarkan pertanyaan dan kalimat yang kadang menyudutkan statusnya. Berikut ini, pertanyaan yang dilarang diucapkan di depan para jomblo,

Soal pernikahan
"Kapan Menikah?", jangan sekali-kali menyindirnya perihal pernikahan. Anda mungkin khawatir sahabat setia Anda belum juga melepas masa lajangnya, tapi tidak berarti Anda bebas melontarkan pertanyaan tersebut kepadanya.

Minggu, 06 Oktober 2013

10 Mitos Mengapa Melajang Sampai Usia 40

Cameron Diaz, 40 tahun dan belum pernah menikah
Ketika Anda sedang mencari pasangan, dan seorang teman ingin mengenalkan teman prianya yang masih "available". Namun setelah menelusuri dirinya, Anda baru tahu kalau ia ternyata telah berusia lebih dari 40 tahun, dan belum pernah menikah.

Hal ini tentu akan menimbulkan kecurigaan pada Anda. “Jangan-jangan dia...” begitu pikiran Anda berkecamuk. Berbagai mitos serta stereotip tentang pria lajang berusia 40-an lantas mulai mengganggu pikiran. Pasti ada yang salah dengan dirinya, sehingga ia belum menikah sampai usia 40 tahun.

Tetapi, setidaknya Anda mau mengenalnya lebih dulu, dan tidak sekadar memercayai mitos. Bisa jadi, kekhawatiran Anda berlebihan. Keraguan dan rasa khawatir yang muncul tersebut biasanya karena dipicu beberapa mitos berikut:


Mitos pria yang melajang sampai usia 40 tahun

1. “Dia bukan pria baik-baik.” Mitos ini bisa jadi benar, bisa juga tidak. Karena tidak ada yang bisa menjamin bahwa pria yang sudah menikah pasti pria baik-baik, bukan? Namun Anda bisa menelusuri lebih jauh melalui akun jejaring sosialnya, atau profilnya di situs perjodohan. Misalkan dia memasang fotonya bertelanjang dada lalu memakai nama PriaKayaTampan75, maka ada kemungkinan dia memang bukan pria baik-baik. Atau, dia memang tidak tahu bagaimana caranya membuat wanita terkesan.

5 Kepribadian yang Bikin Anda Tetap Jomblo

Mungkin ada perasaan iri ketika melihat teman-teman sebaya sudah memiliki pasangan atau bahkan mempunyai anak. Sementara dari dulu sampai sekarang, Anda masih saja menjomblo. Baru-baru ini, situs kencan MySingleFriend.com mengungkapkan sebuah pernyataan, bahwa penyebab Anda masih tetap menjomblo sebenarnya karena kepribadian dan karakteristik diri.

Menurut situs kencan ini, para pencari jodoh dikelompokkan sesuai dengan karakteristik kencan mereka sendiri. Psikolog dari Manchester Metropolitan University, David Holmes, mengungkapkan bahwa pembagian kelompok berdasarkan karakteristik kepribadian dan kencan yang pernah dilakukan selama ini bisa membantu Anda menemukan hubungan cinta yang berkelanjutan.

"Mungkin tidak semua ciri-ciri yang dituliskan ini sesuai. Namun kebanyakan orang memiliki ciri-ciri kepribadian yang lebih menonjol dibandingkan sifat yang lain. Maka sifat ini bisa menjadi rambu-rambu penunjuk kepribadian mereka," jelas David. Penggolongan kelompok pencari cinta ini digambarkan menyerupai sifat hewan.