Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2013

Saat Tidur, Otak Lakukan Bersih-bersih Penyakit


REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Saat tidur, otak manusia ketika tidur melakukan lebih dari sekadar beristirahat. Otak juga melakukan pembersihan dengan proses yang diharapkan para ilmuwan dapat mengarah pada pengobatan penyakit-penyakit 'otak kotor' seperti Alzheimer.

Tidur dapat mengeluarkan racun-racun dari otak yang terakumulasi di siang hari, menurut sebuah penelitian yang dapat mengubah pemahaman mengenai tujuan biologis dari tidur. “Studi ini menunjukkan bahwa otak memiliki keadaan-keadaan fungsional yang berbeda saat tidur dan ketika bangun," ujar Maiken Nedergaard, M.D., D.M.Sc. dari Pusat Medis University of Rochester Medical Center (URMC) yang mengepalai penelitian ini seperti dilansir voanews.com, Senin (21/10).

Wanita Lajang Beresiko Tinggi Kanker Payudara


Siklus pada organ reproduksi wanita ternyata berpengaruh pada tingkat risiko teridap kanker payudara. Wanita lajang dan melahirkan di atas usia 30 tahun termasuk orang yang memiliki risiko tinggi penyakit tersebut.

"Wanita yang tidak menikah ataupun tidak mempunyai anak itu memiliki 1,5 kali lipat lebih besar mengalami kanker payudara dibandingkan wanita yang sudah memiliki anak tiga," terang onkologist dari Divisi Hematologi & Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. Ronald A. Hukom, MHSc, SpPD-KHOM.

Spesifikasi golongan wanita dengan berisiko tinggi kanker payudara, disebut dr Ronald ada lima hal. Di antaranya, seseorang yang memiliki riwayat kanker, wanita yang melahirkan anak pada umur diatas 30 tahun, tak memberikan ASI kepada anaknya, terlalu muda untuk mengalami menstruasi serta tak memiliki anak.

Wanita yang memiliki riwayat keluarga mengidap kanker payudara dengan interval silsilah keturunan satu tingkatan juga rentan teridap. Misalnya, sang ibu mengalami kanker payudara secara otomatis anak wanitanya memiliki dua kali lipat risiko terkena kanker payudara dibanding orang yang tidak memilikinya.

Minggu, 13 Oktober 2013

Sering Jongkok, Masyarakat Asia Tenggara Rentan Nyeri Sendi

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR-- Dokter spesialis bedah ortopedi Rumah Sakit Mahkota Medical Centre Kuta, Bali, dr Sivanesan Thirumurthi, mengatakan masyarakat Asia Tenggara lebih berisiko terkena penyakit persendian tulang dibanding warga Eropa.

"Berdasarkan penelitian kesehatan hal itu karena aktivitas masyarakat Asia Tenggara bekerja lebih keras dan aktivitas jongkok lebih sering," katanya pada acara diskusi kesehatan di Kuta, Kabupaten Badung, Ahad (13/10).

Menurut dia, penyakit persendian, terutama pada tulang sendi lutut adalah penyakit alami yang akan dihadapi setiap manusia. Selain faktor aktivitas pekerjaan semakin tinggi, juga faktor umur yang semakin menua.

"Penyakit persendian ini akan dialami setiap orang yang sudah berumur di atas 56 tahun. Semakin sering beraktivitas, maka gesekan tulang dengan tulang pada cangkok lutut serta berkurangnya pelumasnya akan menyebabkan penipisan pada tulang tersebut," kata dokter asal negeri Jiran itu.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Pertimbangkan 7 Hal ini Sebelum Donor Darah!

Donor darah adalah kebiasaan mulia sekaligus menyehatkan. Namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda mendonorkan darah. Apa saja? 

Kenapa harus donor darah?
Donor darah adalah salah satu cara Anda membantu sesama. Anda pun mendapat manfaat kesehatan dari kebiasaan tersebut. Misalnya menjaga kesehatan kardiovaskular, mengurangi kadar zat besi, dan mencegah penyakit lainnya.

Cara mendonorkan darah
Ada dua cara untuk mendonorkan darah. Pertama adalah mendonorkan darah secara keseluruhan. Kemudian yang kedua adalah mendonorkan komponen tertentu dalam darah, seperti sel darah merah.

Seberapa sering harus donor darah?
Untuk mendonorkan darah secara keseluruhan, Anda bisa melakukannya setiap 56 hari sekali. Sekali berdonor, ada baiknya Anda melakukan kebiasaan tersebut secara rutin.