Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Desember 2013

Lima Pantangan Setelah Anda Menjadi Istri


Apakah kehidupan tetap sama ketika Anda berganti status dari pacar menjadi istri? Kebanyakan pasangan yang sudah menikah akan menjawab: "Tidak!" Ketika kita menjadi seorang istri, kita mengemban banyak peran baru, tanggung jawab dan beban emosional. Hal tersebut pasti akan menyebabkan sejumlah perubahan dalam kepribadian kita.

Berikut adalah beberapa perubahan yang dihadapi kebanyakan wanita setelah menjadi istri. Tapi tenang, kita tidak akan hanya berbicara tentang masalah yang muncul, namun juga cara untuk mengatasinya sehingga pernikahan Anda tetap berbunga-bunga.

Berharap terlalu muluk-muluk
Kehidupan pernikahan Anda tidak akan selamanya membahagiakan. Membayangkan Anda dan suami akan langsung tinggal di rumah impian dengan kebun yang luas, di mana ia dan anak-anak akan bermain dan bersenda gurau setiap hari, memang impian yang indah namun jangan lalu dijadikan patokan. Sebagai pasangan yang sudah menikah, Anda berdua akan menghadapi masalah, mengalami percekcokan, dan terpaksa membuat kompromi.

Kamis, 31 Oktober 2013

Wanita Lajang Beresiko Tinggi Kanker Payudara


Siklus pada organ reproduksi wanita ternyata berpengaruh pada tingkat risiko teridap kanker payudara. Wanita lajang dan melahirkan di atas usia 30 tahun termasuk orang yang memiliki risiko tinggi penyakit tersebut.

"Wanita yang tidak menikah ataupun tidak mempunyai anak itu memiliki 1,5 kali lipat lebih besar mengalami kanker payudara dibandingkan wanita yang sudah memiliki anak tiga," terang onkologist dari Divisi Hematologi & Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. Ronald A. Hukom, MHSc, SpPD-KHOM.

Spesifikasi golongan wanita dengan berisiko tinggi kanker payudara, disebut dr Ronald ada lima hal. Di antaranya, seseorang yang memiliki riwayat kanker, wanita yang melahirkan anak pada umur diatas 30 tahun, tak memberikan ASI kepada anaknya, terlalu muda untuk mengalami menstruasi serta tak memiliki anak.

Wanita yang memiliki riwayat keluarga mengidap kanker payudara dengan interval silsilah keturunan satu tingkatan juga rentan teridap. Misalnya, sang ibu mengalami kanker payudara secara otomatis anak wanitanya memiliki dua kali lipat risiko terkena kanker payudara dibanding orang yang tidak memilikinya.

Minggu, 13 Oktober 2013

Alasan Terburuk untuk Menikah


Ketika dua orang jatuh cinta, pernikahan jelas menjadi jawabannya. Namun jangan bodohi diri kita sendiri, karena banyak juga orang menikah bukan karena cinta. Jika Anda siap menikah namun sadar bahwa Anda masih bingung terhadap perasaan cinta, pertimbangkan lagi keputusan untuk menikah.

Anda layak mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Jika ada sedikit keraguan di kepala Anda, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda belum siap menikah. Berikut sembilan alasan mengapa Anda harus menunda pernikahan saat ini juga!

1. Untuk menyenangkan orangtua
Memang, orangtua akan merasa bahagia saat mengetahui bahwa ada seseorang yang akan menjaga Anda. Tapi mereka sebenarnya hanya menginginkan cucu.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Jangan Ucapkan Pertanyaan Ini Kepada si Jomblo

Menjadi seorang jomblo terkadang membuat seseorang stres ketika menanggapi berbagai macam pertanyaan orang lain seperti 'Kapan menikah? Sudah punya pacar belum?.

Banyak orang yang nyaman dengan menyandang status jomblo, namun selalu di posisi yang sulit, ketika banyak orang yang kerap melontarkan pertanyaan dan kalimat yang kadang menyudutkan statusnya. Berikut ini, pertanyaan yang dilarang diucapkan di depan para jomblo,

Soal pernikahan
"Kapan Menikah?", jangan sekali-kali menyindirnya perihal pernikahan. Anda mungkin khawatir sahabat setia Anda belum juga melepas masa lajangnya, tapi tidak berarti Anda bebas melontarkan pertanyaan tersebut kepadanya.

Minggu, 06 Oktober 2013

10 Mitos Mengapa Melajang Sampai Usia 40

Cameron Diaz, 40 tahun dan belum pernah menikah
Ketika Anda sedang mencari pasangan, dan seorang teman ingin mengenalkan teman prianya yang masih "available". Namun setelah menelusuri dirinya, Anda baru tahu kalau ia ternyata telah berusia lebih dari 40 tahun, dan belum pernah menikah.

Hal ini tentu akan menimbulkan kecurigaan pada Anda. “Jangan-jangan dia...” begitu pikiran Anda berkecamuk. Berbagai mitos serta stereotip tentang pria lajang berusia 40-an lantas mulai mengganggu pikiran. Pasti ada yang salah dengan dirinya, sehingga ia belum menikah sampai usia 40 tahun.

Tetapi, setidaknya Anda mau mengenalnya lebih dulu, dan tidak sekadar memercayai mitos. Bisa jadi, kekhawatiran Anda berlebihan. Keraguan dan rasa khawatir yang muncul tersebut biasanya karena dipicu beberapa mitos berikut:


Mitos pria yang melajang sampai usia 40 tahun

1. “Dia bukan pria baik-baik.” Mitos ini bisa jadi benar, bisa juga tidak. Karena tidak ada yang bisa menjamin bahwa pria yang sudah menikah pasti pria baik-baik, bukan? Namun Anda bisa menelusuri lebih jauh melalui akun jejaring sosialnya, atau profilnya di situs perjodohan. Misalkan dia memasang fotonya bertelanjang dada lalu memakai nama PriaKayaTampan75, maka ada kemungkinan dia memang bukan pria baik-baik. Atau, dia memang tidak tahu bagaimana caranya membuat wanita terkesan.