Bagi sebagian besar orang, multitasking merupakan kebiasaan
sehari-hari yang sulit ditinggalkan karena sibuk dan terlalu sulit
membagi waktu.
Contoh multitasking paling sederhana yang sering
dilakukan seperti mengirim sms sambil berjalan, mengirim email sambil
meeting, memasang make-up sambil menyetir, menelfon sambil memasak dan
bentuk lainnya.
Mungkin Anda mengira multitasking dapat
menyelesaikan beberapa hal dalam satu waktu secara lebih cepat, namun
sebuah penelitian mengemukakan bahwa hal ini malah tidak efisien dan
bahkan beresiko terhadap kesehatan dan daya ingat.
Berikut beberapa alasan yang dikemukakan oleh para ahli mengenai multitasking,
1. Ternyata Anda bukan sedang multitasking
Seorang
ahli, Guy Winch, PhD menyatakan bahwa yang menganggap dirinya
multitasking sebenarnya sedang melakukan proses pertukaran pekerjaan.
"Ketika berbicara mengenai perhatian dan produktifitas, otak kita memiliki jumlah yang terbatas," jelasnya.
Jadi
sebenarnya apa yang dilakukan sekedar bolak-balik dari satu pekerjaan
ke pekerjaan lainnya, bukan menyelesaikan dua pekerjaan sekaligus.

